Warisan Sejarah Arianisme

Deskripsi

Arianisme adalah sebuah nama yang disematkan kepada ajaran seorang penatua gereja di Aleksandria yang bernama Arius. Posisinya dalam teologi Kristen diletakkan di antara Trinitarianisme dan Unitarianisme. Sejak dinyatakan bidat dalam Konsili Nicea pada 325 masehi, Arianisme praktis tidak berkembang. Tetapi dampak dari Konsili Nicea bukan hanya dirasakan oleh Arius dan para pengikutnya, tetapi juga dirasakan oleh pemuka-pemuka lainnya yang berselisih paham dengan Athanasius: semua dikelompokkan sebagai 'Arianisme'.

Dibuka dengan paparan singkat tentang Arianisme dan sejarahnya, buku "Warisan Sejarah Arianisme" kemudian menyajikan kajian ekstensif perkembangan Arianisme di Inggris pada abad ke-18 yang tumbuh seiring dengan menguatnya Gereja Anglikan di Inggris dan Gereja Protestan di Eropa daratan. Namun mengingat tidak ada satupun teks Arius yang selamat, hal ini menimbulkan sebuah pertanyaan: mengapa ajaran yang serupa dengan 'Arianisme' dapat muncul di Inggris pada Abad Pencerahan dan melibatkan tokoh-tokoh terkemuka seperti Isaac Newton, William Whiston dan Samuel Clarke? [ ]